Obesitas pada Anak dan Remaja

Obesitas merupakan salah satu kondisi medis yang paling mudah dikenali tetapi paling sulit untuk diobati, terlebih pada anak-anak,sehingga orangtua disibukkan untuk mencari cara mengurangi berat badan bagi anak-anaknya. Belum ada standar baku perhitungan obesitas pada anak-anak seperti halnya pada orang dewasa. Ada yang mengukur menggunakan panduan berdasarkan Indeks Massa Tubuh(BMI) yang dimodifikasi dengan usia. Ada juga yang menetapkannya berdasar berat badan, dimana anak yang berat badannya lebih banyak 20% dari berat badan idealnya sudah dikategorikan obesitas, atau yang prosentase lemak tubuhnya diatas 25% pada anak laki-laki dan 32% pada anak perempuan.

Penyebab obesitas pada anak dan remaja adalah sebagai berikut:

 

1. Faktor Genetik

Obesitas pada anak-anak cenderung adalah “warisan” keluarga.

2. Kebiasaan Makan

Lebih menyukai fast food, soft drink, makanan kemasan yang sudah pasti mengandung pemanis buatan, pengawet dan lain-lain.

3. Status Sosial Ekonomi

Keluarga dengan pendapatan tinggi dapat membeli makanan apapun, baik makanan sehat maupun makanan “sampah”, yang  merupakan penyumbang  besar terhadap obesitas.

4. Fisik yang tidak aktif

Kemajuan teknologi seperti televisi, komputer, internet,hand phone dan video games telah menjadi gaya hidup sebagian besar anak-anak yang membuat mereka kurang gerak. Lebih dari  tiga jam perhari yang dihabiskan di depan televisi.

5. Kondisi Medis dan Obat-obatan

Diantaranya hormon, ketidakseimbangan kimia, kelainan metabolism dan beberapa jenis obat yang dapat memicu kenaikan berat badan.

Resiko kesehatan yang mungkin akan menghampiri anak obesitas diantaranya: Asma, Diabetes type 2, Tekanan darah tinggi, Kolesterol tinggi, Gagal jantung, Masalah Hati/ Liver, Masalah Tulang dan persendian yang bisa menyebabkan kelainan pertumbuhan, Masalah emosional dan sosial.

Solusi

Obesitas pada anak bukan sekedar masalah kesehatan fisik, namun juga berhubungan  erat dengan mental, sosial dan emosional. Anak obesitas sangat rentan terhadap rendahnya rasa percaya diri, menarik diri dari pergaulan bahkan menyalahkan diri sendiri.

Tugas utama orangtua adalah mendukungnya. Perasaan anak terhadap dirinya sebagian ditentukan oleh perasaan orang tua. Biarkan anak tahu bahwa Anda mencintai dan menerimanya walaupun dia kelebihan berat badan. Berikan dorongan,bukan kritik atau menghakimi. Peka terhadap perasaan anak  berkaitan penampilan dan hubungan sosialnya.

Selanjutnya adalah mencari cara mengurangi berat badan yang sehat, bertahap dan sabar. Cepat lamanya tergantung usia anak, berat badan, pola pertumbuhan dan disiplin.

Orang tua dan keluarga memiliki peranan yang sangat penting untuk membuat perubahan. Ini membutuhkan waktu yang panjang karena melibatkan kebiasaan seluruh keluarga, seperti pola makan dan aktivitasnya. Semua harus berpartisipasi dan terlibat aktif didalamnya.

Karena anak selalu belajar dan mencontoh dari orang-orang yang ada disekelilingnya.

Bila semua itu sudah dilakukan maka cara mengurangi berat badan bagi anak yang obesitas akan lebih mudah ditanggulangi.

Selamat mencoba.

Related posts:

  1. PENYEBAB OBESITAS DI INDONESIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>